Jumat, 25 September 2020

Puisi Berjudul Mengikuti Kemarau

Puisi berjudul Mengikuti Kemarau ini saya buat di Cimahi, pada 14 Mei 2019, kalau dipublikasi telat mempunyai arti adminnya yang lupa approve, hehe.


Perkenalkan saya, Nabila Sholehah Ekaria, ini buka goresan pena pertamaku, tetapi beberapa tulisan yang lain telah pernah di publikasi di sini.


Teman, puisi ini tidak ada hubunannya dengan musim kemarau, ekspresi dominan yang sedang kita jalani sekarang.


Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberpa bait dari puisi yang berjudul Mengikuti Kemarau buatanku.


Baca: Puisi untuk teman terbaikku


Mengikuti Kemarau


Satu hal yang paling aku ingat

Tentang akar kehidupan

Terus menua seiring waktu berjalan

Tak lagi sama ketika muda


Penuh arah memberi kehidupan

Bercanda gurau dengan kelana

Bertanya-tanya mengapa sekarang ia panik

Ketakutan, akan busuk tanah yang diciumnya


Yang menyatu dan menjadi penopang hidupnya

Kini tidak lagi.

Seiring umur berganti pula hari

Terpikir untuk pergi 


Namun terlalu bau tanah tuk beranjak

Terpikir untuk kembali

Namun terlambat baginya

Kelana tidak lagi menyejukkan


Takut

Takut

Takut

Kelana akan mendorongnya jatuh.


Baca:

Puisi Mantan Guruku

Puisi Biola ialah sahabatku


Terima kasih telah membaca dan membagikan puisi ini, koreksi aku bila ada kesalahan atau masukkan dari kamu.




Sumber ty.com


EmoticonEmoticon