Senin, 28 September 2020

Semesta Yang Hilang – Part 1 (Sahabat Baru)

Semesta yang hilang – PART 1. Angkasa namanya, anak kesayangan Tn. Frost. Karna dimanjain dari kecil, yaa semua keinginannya mesti diturutin. Angkasa ini jarang banget mendengar kata Jangan, Tidak, Gak Boleh, dan lain sebaginya. Walaupun Angkasa ini semua kemauannya diturutin, dilaksanain, beliau jarang tersenyum dan bahagia, yaa mungkin sebab udah bosen sama semua fasilitas yang diberikan Ayahnya.


Ayahnya Angkasa ini seorang CEO dari Perusahaan terkenal. Bercabang-cabang di mana-mana, bahkan hingga keluar Benua pun ada cabangnya. Angkasa ini seorang cucu mafia lho, namun Ayahnya kurang minat meneruskan pekerjaan Kakeknya menjadi seorang Mafia, hasilnya yang meneruskan Om nya Angkasa. Om Dirga.


Angkasa dari kecil tinggal sama Om dan Tantenya, alasannya adalah Ayahnya Angkasa sibuk sama kerjaannya yang ada dimana-mana. Karena dari kecil Angkasa tinggal sama Om nya yang Mafia, Perilaku Angkasa jadi kurang baik, terlebih sosialnya sangat Buruk.


Baca: Cerita anak Si Kancil dan Harimau


“Bima! Ayo cepat! Pesawat berangkat satu jam lagi!” Panggil Tante Senja dari luar yang sudah menanti di dalam mobil.


“Tunggu Mah! Ini Angkasanya narik-narik saya biar gak keluar!” Teriak Bima.


Tante Senja pun menghampiri mereka berdua.


“Angkasa, pesawatnya sebentar lagi terbang, nanti jika Bima ketinggalan pesawat gimana?” Ucap Tante Senja.


“jikalau Bima pergi, Angkasa gak punya sobat lagi! Bima gak boleh pergi!” Teriak Angkasa.


Tante Senja pun jongkok menyesuaikan tingginya dengan Angkasa, lalu mengelus kepala Angkasa dan menawarkan senyuman manis terhadap keponakannya itu.


“Besok kan hari pertama Angkasa di Taman Kanak-kanak, Angkasa bakal dapat sobat baru di Taman Kanak-kanak, Bima juga bakal sekolah di China, nanti jikalau Bima punya teman gres kan mampu di kenalin ke Angkasa.” Jelas Tante Senja.


“Gak mau! Teman main Angkasa Cuma Bima! Gak mau sama anak lainnya!” Angkasa tetap bersikeras agar Bima tidak pergi.


“Angkasa, nanti jikalau Bima udah SMA, Bima bakal sekolah bareng sama Angkasa disini! Tapi kini Bima mesti pindah dahulu ke China, Angkasa mau kan nungguin Bima? Nanti Bima sering-sering main kesini kok!” Ucap Bima.


Baca: Cerita anak perihal hewan


Angkasa pun terdiam lalu kabur kekamarnya sambil menahan air matanya jatuh.


“Mah… Apa Bima gak usah pindah aja?” Tanya Bima memelankan suaranya.


“Udah gapapa, ayo kita berangkat.” Jawab Tante Senja.


Bima dan Tante Senja pun pergi menuju Bandara.


“Hikss Semua nya jahat sama Angkasa! Angkasa benci sama seluruhnya!” Angkasa pun menangis dan menenggelamkan mukanya ke bantal empuknya, kemudian tertidur.


Peri yang usang, datang yang gres


“Angkasa, ayo bangun! Hari pertama Angkasa sekolah lho.” Om Dirga mengetuk pintu Kamar Angkasa.


“Gak mau!! Angkasa gak mau sekolah!!” Teriak Angkasa dari dalam kamar.


“Nanti kalau Angkasa sekolah, Angkasa mencar ilmu cara menulis, nanti tiap hari Angkasa mampu ngirim surat ke Bima.” Jawab Om Dirga. Angkasa pun membuka pintu kamarnya.


“Angkasa kini mandi dahulu, Seragamnya lagi disiapin, nanti pribadi turun ke bawah, kita sarapan terus nanti pergi kesekolah dianterin Pak Reza.” Suruh om Dirga.


Baca: Dongeng sunda lucu dan artinya


“Ya Om.” Jawab Angkasa singkat lalu pergi kekamar mandi.


Angkasa pun turun kebawah dengan menggunakan seragam yang rapih. Saat di tangga, Angkasa menyaksikan seorang anak laki-laki yang sebaya dengannya sedang menangis dan Om Dirga sedang menenangkan anak itu. Angkasa pun turun kebawah.


“Sekarang Biru damai ya, Ayahnya Biru kini lagi dibawake rumah sakit, nanti Dokter yang ngobatin Ayahnya Biru.” Ucap Om Dirga menenangkan anak laki-laki itu, Ya, namanya Biru.


“Huwaa… makasih ya Tuan, tapi Biru takut ayah kenapa-napaahikss.” Tangis Biru.


Siapa bilang Mafia gak punya hati? Sejahat-jahatnya mafia, mereka masih punya hati, misalnya Om Dirga.


“Ayahnya Biru gak bakal apa-apa kok. Eh ada Angkasa, Angkasa kenalin, ini namanya Biru, anaknya Pak Reza.” Ucap Om Dirga.


Biru pun mengelap ingus dihidungnya dan berhenti menangis.


“Anaknya Pak Reza supir?” Tanya Angkasa datar.


Biru pun mengangguk dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


“Halo! Namaku Biru, namamu Angkasa ya?” Biru memperkenalkan diri.


Angkasa tidak membalas jabatan tangannya Biru, yaiyalah Jijik bekas ngelap ingus.


“Singkirkan tanganmu item!” Bentak Angkasa.


“Hehe, aku item gini gara-gara suka main layang-layangan, kamu pasti mainnya PS4 ya, huhuhuu aku pengen banget main PS!” Jawab Biru.


“Norak kau!” Jawab Angkasa kesal.


“Angkasa, jangan mencemooh orang lain, jika kamu tidak mau dihina kelak,” tegas Om Dirga, “Oia, Biru seumuran kan sama Angkasa? Gak sekolah?” Tanya om Dirga terhadap Biru.


Baca: Penyebab dan pengaruh bullying


“Kata Ayah TK itu mahal Tuan, nanti Biru sekolahnya pas Sekolah Dasar aja ehehe.” Jawab Biru.


“Jangan panggil Tuan, panggil Om aja. Biru mau kan sekolah bareng Angkasa? Om yang bayarin.” Tawar Om Dirga.


“Eh… beneran Om? Tapi kan mahal…” Jawab Biru.


Om Dirga pun tertawa.


“Om masih punya banyak duit kok, damai aja. Bi, bawain seragam cadangannya Angkasa, buat dipakai Biru, sama nanti cari berkas-berkas Biru buat didaftarin di TK.” Perintah Om Dirga terhadap pembantunya.


“Baik Tuan…” Bibi pembantu pun pribadi melakukan perintahnya.


“Mau aku suruh supir lain untuk nganterin Tuan Angkasa sama Biru Tuan?” Tawar Bibi pembantu yang satu lagi.


“Gak usah, biar saya yang nyetir.” Jawab Om Dirga.


“Gak sudi Angkasa satu sekolah sama dia!” Teriak Angkasa.


“Lho kenapa? Biru kan anak baik, anggap aja Biru pengganti Bima sementara waktu.” Jawab Om Dirga.


“Gak ada yang mampu gantiin Bima!” Bentak Angkasa.


“Kalau kau gak mau jadi temen aku, saya mau kok jadi pramusaji kamu!” Tawar Biru.


Angkasa pun memutarkan bola matanya.


“Serah.”  Angkasa pun mengambil tasnya dan keluar menuju mobil.


“Sekarang Biru ganti baju dulu ya, nanti tas sama peralatan Sekolah lagi disiapin.” Suruh Om Dirga.


“Makasih ya Om!” Biru pun menuju kamar tamu untuk mengganti bajunya. Merekapun semua berangkat ke sekolah bantu-membantu.


Baca: Cerita jenaka ialah?


– Bersambung – Terima kasih sudah membaca cerita ini, baca lanjutannya pada Cerita anak Semesta yang hilang – PART 2 ya…




Sumber ty.com


EmoticonEmoticon