Cerita Pendek: Kelas Ukulele Bersama Krishna. Untuk cobaan praktek musik, Krishna menerima peran untuk nge-grup musik bareng beberapa teman sekelompoknya. Ada yang menyanyi, ada jug yang bermain musik.
Krishna sudah tau kiprahnya. Ia akan bermain ukulele! Kimberley akan menyanyi, Nicholas akan bermain piano, Yesaya akan bermain biola, Charlotte akan bermain jimbe. Mereka setuju untuk berlatih bersama sepulang sekolah di ruang musik. “Pasti seru sekali!,” pikir Krishna merasa bergairah.
Saat istirahat, Krishna tidak ikut bermain bola dengan bawah umur lainnya. Ia duduk dahulu di pojokan, berencana untuk belajar memainkan ukulele. Ya, beliau membawa ukulele tersebut ke sekolah semoga mampu berlatih.
Nehemia, salah satu temannya, mendekat. “Hei, Krish! Apa itu? Kayak gitar, tapi ukurannya kecil dan senarnya hanya empat. Oh, untuk cobaan praktek musik?” Tanyanya dengan ingin tau.
Baca: Cerita jenaka adalah?
Krishna mengangguk. “Ya, ini untuk cobaan praktek musik. Namanya ukulele. Sering disebut juga bayi gitar. Asalnya dari Hawaii, dan menurutku cukup gampang untuk dimainkan.”
“Oh. Unik juga, ya.” Nehemia manggut-manggut.
Krishna tertawa kecil. “Kamu main alat musik apa di kelompokmu?”
“Aku? Masih ga tau. Aku ga mampu alat musik apa-apa, nyanyi juga ga bisa.”
Krishna melongo, “kasihan sekali Nehemia… andai ada cara untuk membantunya. Krishna melirik ukulelenya,” kemudian menerima ide.
“Mia,” panggil Krishna.
Nehemia cemberut. “Aku anak pria, ga mau diundang Mia ah!” Ia cemberut.
“Hahaha…maaf, ya. Eh, kamu pernah ke rumahku, kan?”
“Pernah. Apa hubungannya dengan ujian praktek musik?” Tanyanya heran.
“Di rumahku, mampu kau lihat, ada beberapa ukulele. Kamu mampu pinjam satu. Aku akan mengajarimu, jadi kau bisa belajar memainkan ukulele.”
Nehemia bengong. “Serius? Apakah ga bakal usang?”
“Pasti kau bisa cepet belajar. Mudah, kok. Hehe. Belajar beberapa kunci aja.”
“Oke. Makasih, ya, Krish. Nanti saya bicarakan lagi. Eh, percaya nih, ga mau main bola?”
“Mauuuuu!!!”
Sepulang sekolah, Krishna segera berkemas dan menjinjing ukulelenya, siap menuju ruang musik. Kebetulan Charlotte sudah minta izin ke Pak Jeremy, guru musik mereka. Makara Krishna tinggal masuk, dengan teman-temannya menanti di dalam.
Baca: Tips mencar ilmu bahasa Inggris
Di tengah perjalanan, Krishna berjumpa dua anak kecil. “Itu abangnya Gendhis, kan?” Tanya anak pertama sambil menunjuk Krishna.
Krishna tersenyum. Rupanya mereka sobat seangkatan Gendhis, adiknya. “Halo. Salam kenal. Ya, nama saya Krishna.” Krishna bersalaman dengan dua anak itu.
“Apa itu yang kakak bawa? Gitar?”
“Ini ukulele. Versi kecilnya gitar. Kalian boleh mencoba kalau mau. Tapi hati-hati, kita harus senantiasa mempertahankan barang milik orang lain yang kita pinjam.”
“Ooo, setuju, ashiaaap!” Krishna tertawa begitu melihat kedua anak itu memberi hormat dengan tangan kecil mereka.
Krishna mengajarkan dua kunci, alasannya takut terlambat berlatih. “Ini kunci C. Seperti ini. Kolom ketiga, paling bawah. Coba bunyikan senarnya. Nah, ini kunci A minor. Kolom kedua, paling atas.” Krishna mengajar selama kurang lebih 10 menit, nampaknya mereka juga mengerti dengan segera dalam belajar memainkan ukulele.
Setelah pelajaran kecil itu, dia bergegas menuju ruang musik. “Hai teman-sahabat! Sorry banget, aku terlambat.”
“Iya, ga apa apa. Sekarang berlatih yuk.” Ada tiga lagu yang mereka bawakan. Yang pertama, Here With Me, karya Marshmello dan CHVRCHES. Yang kedua, This is Living, karya Hillsong Young and Free. Yang ketiga, Untukmu Indonesiaku karya Guruh Soekarno Putra.
Baca: Contoh puisi hari Pahlawan
Ada beberapa kekurangan dikala bermain, tetapi kelompok Krishna terus berusaha semoga karenanya kian maksimal. “Kita ga boleh menyerah, ayo! Kita harus melaksanakan yang terbaik supaya diseleksi tampil di program sekolah.” Kimberley memberi semangat.
Mereka berlatih cukup lama, yang cukup menyedot pikirannya, kemudian mereka pulang. Di perjalanan pulang, Krishna menerima inspirasi brilian. Bagaimana bila ia membuka kelas ukulele bareng Krishna?
Bersambung – Baca kelanjutannya pada Cerita Pendek: Kelas Ukulele Bersama Krishna – Part 2
Sumber ty.com
EmoticonEmoticon