Kamis, 08 Oktober 2020

Proses Terjadinya Gunung Berapi Kalau Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng

Proses terjadinya gunung berapi kalau dikaitkan dengan pergerakan lempeng. Gunung dapat disebut sebagai daratan, tetapi memiliki perbedaan ketinggian yang mencolok, diantara sekelilingnya.


Gunung umumnya mempunyai ketinggian 2000 kaki atau 610 m. Ada dua jenis gunung, yaitu aktif dan tidak aktif, dimana gunung aktif mampu datang-tiba mengeluarkan lahar panas yang membahayakan penduduk sekitarnya.


Lalu, bagaimana proses terbentuknya gunung jikalau dikaitkan dengan lempeng bumi? Istilah ini sering disebut selaku proses tektonik (tektogenesis).


Baca juga: Kenampakan alam kawasan daratan



Proses terjadinya gunung berapi


Penjelasan sederhananya, proses pembentukan gunung yang melibatkan pergerakan lempeng, dapat terjadi akibat terjadinya pergerakan lempeng yang menjadikan tumbukan antara lempeng lautan dengan benua atau pun antara benua dengan benua.


Sehingga mengakibatkan patahan atau lipatan, kalau terjadi terrus menerus dan lipatan ke arah luar, maha proses ini akan membentuk gunung.


Sahabat penulis cilik, sebagai komplemen terdapat dua gaya tektonik yang memiliki tugas dalam proses terbentuknya gunung, ialah orogenesis dan epirogenesis.


Baca: Perbedaan observasi kualitatif dan kuantitatif


Gerak Epirogenesis


Gerak epirogenesis ialah sebuah perubahan lapisan kulit bumi, baik ke arah atas maupun ke bawah (vertikal), mencakup tempat yang cukup luas, pergerakan relatif lambat, tentunya dengan waktu yang lama.


Gerak epirogenesis dibagi 2 macam, berdasar pada arah geraknya, diantaranya:



  • Epirogenesis nyata ialah turunnya suatu daratan akibat pergerakan, sehingga laut terlihat naik ke atas.

  • Epirogenesis negatif yaitu kebalikan dari gerak positif dimana naiknya daratan, sehingga lautan terlihat lebih rendah.


epirogenetik positif dan negatif
Epirogenetik faktual dan negatif


Baca: Penggunaan Tanda Baca


Gerak orogenesis


Gerak orogenesis ialah pergantian kulit bumi baik berupa tekanan vertikal/ horizontal ataupun tarikan sehingga terjadi dislokasi (berpindahnya lapisan kulit bumi), biasanya terjadi lebih singkat pada area yang lebih sempit, akibat dari proses ini dapat menjadikan lipatan dan patahan.


Proses Lipatan (Folded Process) Proses Patahan (Fault Process)
Proses Lipatan (Folded Process) Proses Patahan (Fault Process)



  • Pegunungan hasil proses lipatan, contohnya:

    • Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra

    • Rembang di Jawa Timur

    • Pegunungan Kendeng



  • Pegunungan hasil proses patahan (Fault Process), acuan:

    • Patahan Lembang di Bandung

    • Patahan Semangko di Bukit Barisan




Baca: Perbedaan air tanah dengan air permukaan


Nah itulah klarifikasi singkat tentang proses terjadinya gunung berapi jikalau dikaitkan dengan pergerakan lempeng. Sebagai kunci tanggapan pelajaran IPS, Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terima kasih telah membaca dan membagikannya.




Sumber ty.com


EmoticonEmoticon